Minggu, 25 November 2018

Anggota Komisi III DPR RI: Apresiasi Untuk Kapolri, Membuat Kinerja Polri Lebih Efektif

Kabarpolri.com – Jakarta, Anggota Komisi III DPR RI Teuku Taufiqulhadi mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D selama memimpin Polri, Kapolri dinilai banyak terobosan yang membuat kepolisian lebih efektif menyelesaikan kasus kejahatan transnasional.
“Negara-negara lain dapat melihat langkah polri dalam penanggulangan terorisme di negara Indonesia, yang luas dan sangat beragam dalam pemahaman masalah keislaman,” kata Taufiqulhadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, (25/11/2018)
Kapolri yang mewakili Polri juga mendapat apresiasi dari negara lain. Apresiasi itu muncul di Sidang Umum Interpol ke-87 tahun 2018 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab.
Pada sidang lembaga kepolisian internasional tersebut, Polri mendapat sorotan karena berhasil menjalankan tugas kepolisian di era modern. Politikus NasDem itu pun menilai wajar Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D
mendapat pujian dari negara lain.
Pujian datang karena Kapolri dinilai memiliki kebijakan baik dalam penanggulangan terorisme.
“Latar belakang Pak Tito sebagai perwira yang ditugaskan secara intensif menanggulangi terorisme, sebelum jadi Kapolri telah menggeluti yang dalam secara akademis dalam masalah ini juga,” kata Teuku Taufiqulhadi.
Sejumlah negara-negara melihat Indonesia cukup berhasil dalam memberantas terorisme dan penanggulangan paham-paham radikal.
“Saya berpendapat, kemampuan kepolisian meredam isu terorisme dan kejahatan lain saat ini, tidak bisa dilihat sebagai hal wajar-wajar saja (taken for granted),” ucap dia.
Dalam sebuah video, Sekjen Interpol Jurgen Stock meminta masukan Kapolri terkait inovasi untuk polisi di masa datang. Kapolri menyarankan pembentukan penanganan kejahatan siber yang profesional.
Menurut Kapolri, tantangan tugas kepolisian akan semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai potensi gangguan keamanan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti kejahatan siber secara lintas negara atau transnasional.
“Peningkatan kapasitas personel agar mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan,” kata Kapolri.
Kapolri juga mengatakan faktor lain yang tak kalah penting adalah kemampuan dalam membangun jaringan, berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara di dunia.
“Juga pengembangan inovasi berbasis teknologi, seperti pengembangan teknologi digital forensik, teknologi IT dalam penegakan hukum dan teknologi IT dalam pelayanan publik,”  kata Jenderal Pol H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. (hy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar