Sabtu, 29 September 2018

Bergeser ke Palu

Kapolri Perintahkan Ribuan Anak buahnya Segera Bergeser ke Palu

 
Susana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018). – Twitter/@Sutopo_PN
MAKASSAR, kabarpolisi.com – Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian memerintahkan ribuan anak buahnya untuk bergerak menuju Palu, Sulawesi Tengah.
Hal itu disampaikan Wakapolri Komjen Ari Dono, di Gedung Galaktika Bandar Udara Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/9/2018) malam.
Kata Komjen Ari Dono, Kapolri menginstruksikan agar menurunkan 14 SSK atau 1.400 anggota Polri dan berbagai satuan lain, untuk bisa langsung menuju lokasi gempa, Palu.
“Ada juga satuan anjing pelacak untuk SAR (K-9), tim identifikasi korban atau DVI Polri, tim Dokpol yang sementara ini gelombang pertama ke Palu,” kata Ari Dono.
Selain itu, kata jenderal bintang tiga ini, ada juga bantuan personel dari Polda terdekat seperti Gorontalo 1 SSK, 1 SSK Sulbar, dan lalu diikuti beberapa Polda.
“Jadi kalau Polda lain yang terdekat itu nanti Hari Senin baru bergerak. Karena ini dilokasi masih sangat sulit komunikasi, jadi nanti pas kondusif,” jelas Ari Dono.
Komjen Ari Dono yang baru tiba di Makassar bersama Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto bersama para jenderal, telah melakukan observasi dan pantauan.
Lanjut Ari Dono, saat ini ada sekitar 300 lebih korban yang meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu. Tapi yang baru teridentifikasi ada 90 orang.
“Baru sekitar 90 korban meninggal itu yang sudah diambil keluarganya, jadi itu tadi ada yang datang lagi dan cari tahu keluarga mereka di sana,” terang Ari Dono.
Beda dengan Gempa Lombok
Polri menyebut kondisi pasca gempa di Palu, Sulawesi Tengah, sedikit berbeda dengan kondisi pasca gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Kondisi pasca gempa di Palu sedikit berbeda dengan di Lombok. Sebab jaringan listrik, air mati, makanan lebih sulit, wilayah terdekat,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, ketika dikonfirmasi, Sabtu (29/9/2018).
Ia juga mengatakan kondisi rumah sakit di Palu lumpuh total.
Adapun saat ini, bahan makanan, obat-obatan, hingga penerangan menjadi bantuan yang dibutuhkan bagi para korban.
Alat berat, kata dia, juga dibutuhkan untuk mengevakuasi para korban di reruntuhan.
Kondisi menjadi sulit lantaran penerangan yang juga minim.
“Lumpuh, rumah sakit lumpuh semua. Saat ini kesulitan penerangan,” kata mantan Wakapolda Kalteng itu.
Lebih lanjut, sebagai solusi, Dedi mengatakan Menkopolhukam Wiranto telah memimpin rapat.
Selain itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan tim juga direncanakan akan meninjau lokasi.
“Menkopolhukam memimpin rapat, untuk normalisasi dua hari ke depan. Pokok utama dari masyarakat yaitu evakuasi korban meninggal dunia dan luka berat. Lanjutkan besok pagi, Kapolri dan tim tinjau lokasi,” pungkasnya. (WK/Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar