Minggu, 05 Agustus 2018



Pascagempa Lombok, Polri Kirim 460 Personil Misi Kemanusiaan

Tandaseru – Pascagempa yang mengguncang di kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat Minggu (5/8/2018) yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia, Polri melakukan misi kemanusiaan yang dikirim ke lokasi tersebut.
“Hari ini diberangkatkan 4 SSK dari Korbrimob Polri 2 SSK, 2 SSK dari Polda Jawa Timur dan tambahan 1 helikopter yang di lokasi sudah ada,” kata Karo Penmas DivHumas Polri M. Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengungkapkan nantinya mereka akan dibagi ke beberapa tempat. Ada yang ke Lombok Utara, ada juga ke Lombok Timur.
“Ditambah lagi 5 tim kesehatan, jadi hari ini akan berangkat 460 personel 400 tim Polri 60 tim kesehatan dan akan langsung menuju Mataram dulu dan langsung berbagi tugas menuju Lombok Utara dan Timur,” ucapnya.
Dia melanjutkan bantuan yang disiapkan adalah berupa makanan, peralatan kesehatan pun obat-obatan. Ia mengatakan semua peralatan yang dibutuhkan dalam misi kemanusiaan itu disediakan pihaknya.
“Prinsipnya kita akan maksimal kesana dan sekarang Polda NTB dan seluruh jajaran sudah berada di lokasi sejak peristiwa gempa terjadi sudah melakukan pertolongan. Operasi-operasi kemanusiaan apapun sudah dilakukan baik pertolongan kesehatan terus evakuasi terus juga beberapa bantuan makanan semua,” ujarnya.


Pascagempa Lombok 7,0 SR, Kapolda NTB: 3.000 Wisatawan Masih Proses Evakuasi

Tandaseru – Sejumlah wisatawan domestik dan asing yang tengah berwisata di Lombok dan Bali ikut panik akibat gempa berkekuatan 7,0 SR menghantam Lombok Nusa Tenggara Barat.
Lebih dari 3.000 orang wisatawan masih mengantri untuk dilakukan evakuasi oleh Tim Basarnas dari Gili Terawangan dan sejumlah tempat wisata lainnya.
Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Ahmad Juri yang turut langsung terus berupaya membantu evakuasi sejumlah wisatawan di Lombok bersama Tim Basarnas dan relawan lainnya.

Foto: Istimewa

Saat ini katanya evakuasi dilakukan Kapal Cepat Patagonia yang bisa mengangkut 200 orang, Kapal Ekajaya mengangkur 200 orang dengan mengerahkan 2 unit kapal.
Selain itu, katanya Kapal Basarnas di Gili Meno melakukan evakuasi 50 orang, kemudian Kapal Villa membawa 30 orang, Kapal Go Ex bisa membantu evakuasi 40 orang dan KPLP 50 orang. Ada juga bantuan dari Kapal Scot  40 orang dan  kapal Aea Walker 20 orang dievakuasi.
“Saat ini yang sudah terangkut ke pelabuhan Teluk Nare sebanyak 870 orang sementara yang masih dalam proses evakuasi di Gili Terawangan sekitar 3.000 orang,” ungkapnya, Senin (6/8/2018).

Gempa Lombok 7.0 SR, Ini Pernyataan Perdana Menteri Australia

Tandaseru – Gempa berkekuatan 7,0 SR menghantam Lombok Nusa Barat. Sejumlah wisatawan asing ikut panik termasuk wisatawan asal Australia di Lombok dan Bali yang tengah berwisata.
Namun, BNPB menyebutkan hingga saat ini data yang diperoleh dari 91 korban meninggal dunia tidak ada wisatawan asing. Namun BNPB tidak menyebutkan apakah korban luka ada wisatawan asing.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan sejauh ini belum ada laporan mengenai warga Australia yang menjadi korban gempa.
“Warga Australia turut terdampak gempa di Lombok. Mereka merasakan guncangan, termasuk Menteri Peter Dutton yang berada di Lombok menghadiri konferensi kontra-terorisme,” kata PM Turnbull.
Turnbull bahkan menawarkan bantuan Australia mengatasi gempa tersebut kepada Indonesia dan akan mengontak Presiden Joko Widodo.
“Setiap saat banyak orang Australia di Indonesia. Makanya pelayanan konsuler kami akan bertindak sekuat tenaga memastikan keselamatan warga Australia,” tambahnya.
Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton mengatakan rombongannya dalam kondisi aman namun harus dievakuasi dari hotel.”Kami sangat berterima kasih kepada polisi dan pihak berwenang Indonesia serta Kepolisian Federal Australia,” katanya dalam postingan di medsos.


Korban Meninggal Gempa Lombok 91 Orang, 700 Wisatawan Masih Dievakuasi

Tandaseru – BNPB menyebutkan korban meninggal dunia akibat gempa Lombok berkekuatan 7.0 SR mencapai 91 orang. Namun ada kemungkinan data tersebut terus bertambah mengingat laporan dari daerah belum semua terdata.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan daerah terparah berada di Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Tim SAR masih melakukan evakuasi dan penyisiran, namun mengalami kesulitan karena alat komunikasi mati.
Dia menyebutkan saat ini jumlah korban luka berat mencapai 209 orang, sementara 200 wisatawan asing sudah dievakuasi Basarnas dari beberapa tempat wisata sementara 700 wisatawan masih dalam proses evakuasi Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.
“Sampai saat ini informasi yang diperoleh semua korban meninggal dunia tidak ada warga negara asing. Semua yang meninggal warga negara Indonesia,” ungkapnya, Senin (6/8/2018).
Dia menyebutkan, ada bangunan  sepanjang jalan rusak dan roboh. Bahkan satu wilayah kerusakan bangunan mencapai 75 % hingga 80% rusak parah.

Dapat Instruksi Presiden, Wiranto Tunda Sub Regional Meeting on Counter Terrorism

Tandaseru – Menko Polhukam Wiranto yang sedang berada di Mataram mendapat instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk memimpin reaksi cepat penanggulangan bencana gempa Lombok.
Wiranto mengatakan saat ini yang dibutuhkan korban gempa Lombok adalah kebutuham pokok, makanan, tenda, tenaga medis. “TNI sedang dikerahkan untuk membantu penanganan korban,” katanya Senin (6/8/2018).
Menko Polhukam juga memutuskan untuk menunda kegiatan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism yang sedianya akan dimulai hari ini Senin (6/8/2018.)
“Semua tamu delegasi yang akan mengikuti pertemuan selamat. Kami putuskan untuk menunda pertemuan Sub Regional yang membahas mengenai masalah terorisme dan mempersilakan semua tamu untuk kembali ke negara masing-masing,” ujar Menko Polhukam Wiranto.
Diceritakannya ketika gempa terjadi, peserta sedang menggelar gala dinner menyambut para delegasi. Namun ketika acara sedang berlangsung, terjadi gempa. “Semua tamu delegasi selamat,” katanya.

Presiden Instruksikan Menko Polhukam Pimpin Penanganan Gempa Lombok

Tandaseru – Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menko Polhukam Wiranto untuk memimpin penanganan bencana gempa bumi tektonik 7.0 SR yang melanda Lombok, Nusa Tengara Barat.
“Saya sudah instruksikan kepada Menko Polhukam dan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan sebaik-baiknya,” ungkap Jokowi pada wartawan, Senin (6/8/2018).
Jokowi mengatakan penanganan korban bencana difokuskan pada kebutuhan dasar, penyelamatan korban luka, meninggal dunia, mendirikan tenda untuk tempat penampungan. Selain itu, juga penyaluran logistik seperti bahan makanan dan sandang.
Presiden Jokowi juga menyampaikan perlu memperhatikan para wisatawan yang juga tengah berlibur di kawasan wisata dengan melakukan evakuasi sebaik-baiknya. Penanganan wisatawan di Bandara yang akan berangkat juga harus diperhatikan.
“Gempa juga yang terjadi di Lombok, juga dirasakan di Bali dan Jawa Timur. Saya mengucapkan duka yang mendalam pada saudara-saudara saya yang meninggal dan menjadi korban luka di Lombok,” katanya



notification icon
We'd like to show you notifications for the latest news and updates.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar