DMI dan Nahdlatul Wathan Kembangkan Wasattiyat Islam
29 Mei 2018 23:32Diperbarui: 29 Mei 2018 23:32
9300
Facebook TGB
Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Nahdlatul Wathan bersama-sama mengembangkan Wasattiyat Islam, yakni ajaran Islam moderat yang mengambil jalan tengah. Ajaran yang mendukung moderasi Islam, anti-ekstrimisme, anti-radikalisme.
"Kita perlu mengembangkan moderasi, yaitu pandangan yang berada di tengah-tengah, tanpa berusaha benar sendiri, apalagi terkait hal-hal sepele," begitu kata Imam Besar Al Azhar, Shekh Ahmad Ath- Thayeb, yang berkunjung ke Indonesia bulan lalu.
Menurut Imam Besar Al Azhar, seperti saya nukil dari laman Facebook Tomi Lebang, ada banyak kelompok dalam Islam, dan karena itu janganlah saling bertikai, mengkafir-kafirkan orang lain. Satu (kelompok) mengatakan sayalah yang benar dan kamu salah sehingga darahmu halal. Penyebab umat Islam berperang di antara sesamanya, adalah karena kebodohan.
Facebook TGB
Facebook TGB
Bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama masyarakat NTB, Wakil Ketua Umum DMI yang juga Wakapolri, Komjen Pol Drs H Syafruddin Msi, dijamu buka puasa oleh gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi, sembari menyerahkan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim piatu di Pendopo Gubernur NTB, Senin 28 Mei 2018.
Facebook TGB
Sebelummya, di Mapolda NTB, Wakapolri telah meresmikan kenaikan status tipologi Polda NTB, dari kelas B menjadi kelas A. "Peningkatan status Polda NTB ini didasarkan atas beberapa faktor, antara lain penilaian Mabes Polri bahwa dinamika yang terjadi di Provinsi NTB berkembang sangat pesat. Mulai dari pembangunan infrastruktur yang masif hingga potensi NTB ke depannya sebagai benteng pariwisata Indonesia," ujarnya.
Facebook TGB
Facebook TGB
Seperti tertulis di akun Istagtam TGB, Dengan status kelas A, maka diharapkan Polda NTB bakal lebih baik dan handal dalam memberikan pelayanan dan pengayoman keamanan pada masyarakat Bumi Seribu Masjid. Terutama dari potensi gangguan keamanan konvensional seperti tindak kriminal umum hingga kejahatan kekayaan negara, tindak pidana korupsi, tindak pidana perlindungan lingkungan hidup, penyelundupan hingga konflik antarwilayah.
Facebook TGB
Facebook TGB
Insya Alloh, harap TGB, peningkatan status tipologi Polda NTB ini akan mampu menciptakan dukungan keamanan, kenyamanan dan ketertiban yang mendukung kondusivitas setiap pembangunan dan pelayanan publik di Provinsi NTB.
Facebook TGB
Senin, 28 Mei 2018
Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, Polres Tanjungpinang Buka Puasa Bersama Insan Pers Tanjungpinang
Tribratanews.kepri.polri.go.id-Tanjungpinang-Jurnalis di Tanjungpinang yang tergabung dalam sejumlah organisasi jurnalis sepakat mengusung jurnalisme kenabian dan melawan berita hoaks dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kesepahaman itu diusung dalam ajang buka puasa bersama digelar Jurnalis Mitra Kepolisian bersama Polres Tanjungpinang di Hotel Plaza Bintan, Tanjungpinang, Senin (28/5).
Hadir di kegiatan ini sejumlah jurnalis dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Tanjungpinang.
Penegasan kesepahaman ini diantaranya disampaikan Munirul Ikhwan, Anggota AJI Tanjungpinang, yang saat itu bertindak mengisi ceramah.
Menurut Ikhwan (sapaan Munirul Ikhwan) berita hoaks atau berita bohong yang dibuat seorang jurnalis, kemudian disebarkan kemasyarakat memiliki dampak kehancuran suatu tatanan pemerintah.
“Ini telah terbukti berita hoaks membawa hancurnya masa kekhalifahan,” tegasnya.
Ikhwan, jurnalis yang bertugas di Tribun Batam Biro Tanjungpinang ini dalam ceramahnya berpesan agar setiap jurnalis bertugas dilandaskan berdasarkan fakta dan kejujuran.
“Harus diingat bahwa setiap kata dalam sebuah berita akan mendatangkan amal jika dilandaskan kejujuran dan bertujuan untuk kebaikan. Sebaliknya, setiap kata akan membawa dosa jika dilakukan atas dasar kebohongan,” paparnya.
Senada itu, Kepala Kepolisian Resor Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi S.Ik, MH menyatakan hal sama. Menurutnya, jurnalis memiliki peran penting dalam memajukan bangsa.
“Selama ini kami sangat terbantu dengan pemberitaan yang dibuat rekan-rekan wartawan mengenai instansi kami,” ujar Ucok.
Dia berharap kemitraan yang terjalin antara Polres Tanjungpinang dan jurnalis terus berjalan baik.
Pada kesempatan sama, Ketua AJI Tanjungpinang, Jailani yang mewakili insan pers yang hadir saat itu berharap kegiatan tersebut akan menjadi sarana silaturahmi yang baik antara kepolisian dan jurnalis.
Dalam bekerja di lapangan, tutur Jailani, wartawan juga sering melayangkan kritik. Namun pada prinsipnya hal itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk saling mengingatkan agar melahirkan gagasan yang diharapkan antara Polisi dan Jurnalis.
“Silaturahim yang ada sekarang tetap terjalin dengan baik sampai kedepannya. Semakin mempererat kebersamaan kita,” pungkasnya.
Berbuka puasa bersama ini sekaligus mengajak anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah serta pemberian santunan.
Jumat, 25 Mei 2018
Kapolri Sempat Undang para Dubes, Sampaikan Kondisi Indonesia Kondusif
Jakarta, Gatra.com - Indonesia dalam kondisi aman meski sempat terjadi beberapa rentetan aksi teror, mulai dari bom bunuh diri hingga penyerangan terhadap sejumlah anggota Polri beberapa pekan lalu.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com di Jakarta, Jumat (25/5), sempat mengundang sejumlah duta besar (dubes) berbagai negara untung menghadiri acara di Mabes Polri.
Dalam pertemuan tersebut, Tito menyampaikan kepada para dubes dari berbagai negara sahabat bahwa kondisi keamanan Indonesia saat ini sangat terkendali. Ia mengajak seluruh pihak untuk mencegah dan memerangi terorisme.
Menurut Tito, terorisme merupakan tindak kejahatan kemanusiaan luar biasa dan fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga internasional karena juga terjadi di sejumlah negara.
Adapun beberapa aksi terorisme di Indonesia beberapa waktu lalu, lanjut Tito, kareba adanya perintah dari Islamic State in Irak and Syria (ISIS), karena posisi mereka yang sudah terdesak. Kondisi itu kemudian meminta seluruh sel-sel jaringannya untuk bergerak serentak.
"Rangkaian teror bom ini merupakan aksi yang diminta oleh ISIS yang saat ini terdesak, teror dilakukan serentak tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pemboman," kata Tito.
Tito menjelaskan, motif di balik aksi teror bom ini diduga karena di tingkat internasional ISIS ditekan oleh kekuatan baik dari barat seperti Rusia dan negara lainnya. Sehingga, keadaan terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, lanjut Tito, ada dua kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jemaah Ansharut Tauhid (JAT). Beberapa di antara mereka ada yang kembali berangkat ke Suriah atau tertangkap oleh otoritas Jordania dan Turki atau sekitar Suriah.
Menurutnya, ada sekitar 1.100 lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia berjumlah 500 lebih. "Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS," ujarnya.
Minggu, 20 Mei 2018
Survei Indo Barometer: Mayoritas Rakyat Puas dengan Reformasi
Rilis Survei Indo Barometer di Kawasan Senayan, Minggu (20/5)
Jakarta, Sayangi.com – Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei nasional terkait evaluasi 20 tahun reformasi. Survei dilakukan untuk mengetahui jalannya 20 tahun reformasi di tanah air.
Hasil survei tersebut, sebanyak 79,1 persen responden menilai reformasi yang dilakukan pada tahun 1998 yang lalu sudah berjalan ke arah yang benar.
“Sekitar 11,7 persen responden menganggap Indonesia berjalan ke arah yang salah pasca reformasi,” kata Direktur Eksekutif Indobarometer M.Qodari di Kawasan Senayan Jakarta Pusat, Minggu (20/5).
Selain itu, mayoritas responden juga mengaku puas dengan demokrasi yang telah berjalan selama 20 tahun. Dari hasil survei, 69,9 persen puas terhadap jalannya demokrasi di Indonesia.
“Mereka berasalasan, demokrasi melahirkan pemimpin berkualitas, kebebasan berpendapat, demokrasi berjalan baik, pemimpin tidak otoriter dan pendidikan politik di masyarakat,” terangnya.
Sementara, sebanyak 19,5 persen publik tak puas dengan jalannya demokrasi setelah 20 tahun reformasi. Alasannya, mereka berpendapat demokrasi justru melahirkan kebablasan berpendapat, semakin banyak isu sara, korupsi, banyak pelanggaran dan kecurangan serta fanatisme agama dan politik.
Terkait pilihan sistem demokrasi di Indonesia, hasil survei menunjukkan 79,4 persen public menilai demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik bagi Indonesia. Sedangkan, yang menilai demokrasi bukan sistem terbaik untuk Indonesia hanya 6,8 persen.
Menurut Qodari, yang menjadi catatan penting 20 tahun jalannya reformasi adalah banyaknya masalah yang masih menjadi pekerjaan rumah, salah satu yang menjadi isu utama adalah masalah ekonomi.
“Hasil survei 20,4 persen publik menilai perekonomian rakyat masalah utama. Disusul sulitnya lapangan pekerjaan 9,3 persen, KKN 7,8 persen, harga kebutuhan pokok 5,9 persen dan tingkat kemiskinan 4,2 persen,” pungkasnya.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada kurun waktu 15 – 22 April 2018. Jumlah sampel sebanyak 1200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sabtu, 19 Mei 2018
Mabes Polri Pastikan Tak Pernah Jadikan Alquran Sebagai Barang Bukti
Sabtu, 19 May 2018 18:33 | Editor : Dhimas Ginanjar
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal memastikan tidak ada Alquran jadi barang bukti kasus terorisme (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Kabar berhembus kencang terkait adanya Polisi yang menjadikan Alquran sebagai barang bukti kasus terorisme. Mabes Polri melakukan penelusuran atas informasi tersebut. Hasilnya, bisa dipastikan tidak ada Alquran yang masuk dalam daftar alat bukti kasus terorisme.
Kepastian itu disampaikan oleh Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal, Sabtu (19/5). Dia menuturkan bahwa penyidik Densus 88 Antiteror juga umat Muslim. Maka, sangat janggal bila ada isu yang menuding Densus 88 menjadikan Alquran sebagai Barang bukti. "Kadensusnya itu, ke masjidnya kuat," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, semua penyidik Densus 88 Antiteror memahami bahwa Alquran merupakan sumber dari pedoman Islam sebagai agama yang membawa kedamaian. Penyidik memahami, tidak ada hubungannya antara terorisme dengan Alquran. "Terorisme bertentangan dengan isi dan makna Alquran," jelasnya.
Terkait adanya petisi di Change.org, Iqbal agar masyarakat tidak mudah terhasut. Sebab, informasi yang dijadikan pijakan untuk mengajukan petisi tidak benar. "Jangan percaya dengan informasi yang ingin memprovokasi," paparnya.
Petisi tersebut memang berisikan ajakan untuk memprotes sikap Polisi yang menjadikan Alquran sebagai barang bukti terorisme. Namun, dalam petisi itu tidak diketahui kasus mana yang dijadikan landasan membuat petisi. Sebab, Polisi memang tidak pernah melakukan hal itu. (Idr)
Rabu, 16 Mei 2018
Kapolri Beri Pin Emas ke Kombes Rudy Penembak Mati 3 Teroris
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kapolri beri penghargaan ke jajaran Polda Riau Foto: Chaidir/detikcom
Pekanbaru - Dirlantas Polda Riau, Kombes Rudy Syafruddin, mendapat penghargaan berupa pin emas dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. Tito memuji aksi Rudy menembak mati 3 orang terduga teroris di Mapolda Riau.
Penyematan pin emas kepada Kombes Rudy dilaksanakan di lobi utama Mapolda Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Kamis (17/3/2018).
"Saya inginnya KPLB (kenaikan pangkat luar biasa-red). Tapi karena pangkatnya kombes, sementara ruang jabatan belum tersedia untuk bintang satu, kita berikan yang bersangkutan pin emas," kata Tito.
Tito mengatakan, dirinya sempat berbincang dengan Kombes Rudy. Dia memuji keberanian anak buahnya itu.
Salam komando Foto: Chaidir/detikcom
"Saya tadi sudah mendengar langsung dari Kombes Rudy yang berhasil menembak mati 3 orang ya, itu luar biasa. karena yang bersangkutan mengejar para teroris itu," sambungnya.
Selain itu, Kapolri juga meberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Bripka JB Panjaitan yang berduel dan menembak mati satu orang terduga teroris.
"Tadinya brigadir. Brigadir Panjaitan ini berhasil menembak satu lagi. Jadi ada 4 yang tertembak mati," kata Tito.
"Brigadir Panjaitan yang saat itu lagi jaga, dia berani untuk mengambil langkah kemudian satu tersangka berhasil ditembak mati oleh bersangkutan, saya berikan juga kenaikan pangkat luar biasa dari brigadir menjadi ajun inspektur dua (aipda)," kata Tito.
Tito menjelaskan kedatangannya ke Polda Riau untuk memberikan semangat. Bukan hanya untuk jajaran Polda Riau, namun juga kepada seluruh anggota Polri di Indonesia. Dia meminta agar para anggota Polri tidak gentar dengan aksi teror. (hri/hri)
Selasa, 15 Mei 2018
Polres Tanjungpinang Sukses Amankan Debat Publik Pilkada Putaran Kedua
Debat publik putaran kedua pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang yang berlangsung di Hotel Aston, Selasa malam (15/5/2018) berjalan sukses dan lancar. Hal ini tak lepas dari kesiapan KPU dan Panwaslu Kota Tanjungpinang sebagai penyelenggara serta pengamanan yang terkoordinasi baik oleh Polres Tanjungpinang bersama TNI, Polda Kepri, Sat Brimobda Kepri serta pihak penyelenggara.
Pengamanan yang diawali dengan apel kesiapan sore itu dipimpin Kabag Ops Polres Tanjungpinang Kompol M. Chaidir, SIK yang kemudian melakukan pengecekan mendetil kehadiran, kesehatan, dan tugas masing-masing anggota pengamanan sesuai penempatannya. Sterilisasi ruang debat oleh Tim Gegana Sat Brimobda Kepri dilakukan sebagai bentuk antisipasi kejadian yang tak diharapkan nantinya. Pengamanan dilakukan mulai dari luar halaman Hotel Aston dimana kendaraan yang masuk diperiksa dengan seksama. Berlanjut ke tahap kedua pintu utama hotel setiap orang yang masuk diperiksa oleh anggota Polisi baik Polwan maupun Polki serta Security hotel. Menjelang memasuki ruang debat setiap tamu dan undangan kembali diperiksa dengan teliti baik pemeriksaan badan dan barang bawaan. Pemeriksaan juga dilakukan dengan Metal Detector.
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SIK, MH yang mengikuti rangkaian pelaksanaan debat putaran kedua ini mengatakan bahwa keberhasilan dan kesuksesan pelaksanaan debat kali ini tak lepas dari kesiapan anggota pengamanan dalam melaksanakan tugasnya untuk mengamankan jalannya kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan bahwa Kordinasi dan sinergitas yang baik antara TNI-Polri Polres Tanjungpinang dan Dit Pam Obvit Polda Kepri, Sat Brimobda Kepri serta KPU dan Panwaslu Kota Tanjungpinang serta kesiapan pihak Hotel mendukung kesuksesan pelaksanaan debat ini. “Pendukung masing-masing Paslon yang selama mengikuti kegiatan debat selalu menjaga ketertiban sangat berimbas pada kesuksesan dan kelancaran pelaksanaan debat kali ini” tuturnya.
Senin, 14 Mei 2018
Terima Kunjungan GP Ansor, Ini Harapan Kapolres
14/05/2018 •Oleh Radar Kepri
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok L Silalahi SIK MH bersama ketua GP Ansor Tanjungpinang.
Tanjungpinang, Radar Kepri-Usai menerima apresiasi dari PT PLN Area Tanjungpinang. Kapolres Tanjungpinang menerima silaturhami dari GP Ansor Tanjungpinang.
Kunjungan GP Ansor Tanjungpinang ini dipimpin langsung oleh ketuanya, Agustiar dan sekretaris, Suhanan serta pengurus lainnya.
Dalam pertemuan itu, Agustiar menyampaikan, di Kota Tanjungpinang terdapat beberapa aliran yang sangat bertentangan dengan ideologi bangsa dan bahkan dilarang.”Kami harapkan semoga kedepan GP Ansor Tanjungpinang dapat saling bersinergi dengan Polres Tanjungpinang.”harapanya.
Menyikapi hal ini Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok L Silalahi SIk MH menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada GP ANSOR Tanjungpinang yang telah berkenan bersilaturahmi.”Kami sangat berterima kasih pada GP Ansor Tanjungpinang yang mau membantu kami.”kata Kapolres.
Disampaikan Kapolres.”Tantangan kedepan, kita akan semakin sulit. Banyak kalangan yang ingin mengacaukan NKRI, untuk itu kami harapkan dapat saling bersinergi.”ajak Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan.”Kegiatan positif, seperti gotong royong bersama, seperti kemarin akan tetap terus kita laksanakan.”tutupnya.(irfan)